Selasa, 24 Maret 2015 11:56:30 WIB Dilihat : 1823 kali

Oleh : Arya Wirabhuana Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga

Sejak awal, saya telah menjatuhkan pilihan untuk menjadi seorang akademisi sebagai jalan hidup saya. Pilihan untuk menjadi dosen, pada awalnya lebih didasari pada keyakinan akan nilai-nilai kehidupan yang saya peroleh, bahwa derajat seorang manusia lebih ditentukan pada seberapa jauh dia bisa bermanfaat bagi lingkungannya. Manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin di dunia ini, yang kemudian diterjemahkan dalam kontribusi yang optimal untuk membuat dunia, masyarakat, dan lingkungan ini menjadi lebih baik.

Selain itu, pandangan saya terhadap kondisi pendidikan di Indonesia juga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pilihan profesi yang saya ambil ini. Lebih jauh, pendidikan merupakan faktor utama untuk menciptakan masyarakat yang lebih beradab dan sejahtera. Telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa pada akhirnya “kecerdasan” dan “kesejahteraan” merupakan elemen utama dalam pembentukan peradaban di dunia ini.

Selanjutnya, dalam beberapa literatur disampaikan bahwa salah satu nilai luhur profesi seorang pendidik (termasuk dosen) adalah turut mencerdaskan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan sistem pendidikan semesta dan pengembangan kualitas sumberdaya manusia. Sebagai dosen, kita memiliki akses langsung pada generasi muda untuk membina mereka menjadi manusia – manusia yang lebih baik sehingga pada saatnya kelak dapat memberikan kontribusi pada masyarakat. Selain itu, pada banyak kesempatan, dosen adalah pendidik formal “terakhir” yang akan memberikan “bekal” kepada pada generasi muda sebelum mereka terjun ke masyarakat.

Di lain pihak, dosen juga memiliki peran yang istimewa karena mereka bukan hanya menjadi pendidik bagi “mahasiswa” saja, namun dosen juga memiliki fungsi sebagai teacher of teacher yang harus menguasai body of knowledge yang utuh untuk menunjang fungsi transfer of knowledge yang diembannya. Dosen memiliki peran untuk membina calon “guru” dan “pemimpin” dimasayang akan datang. Hal tersebut tentu merupakan peran yang besar dan memerlukan konsekuensi khusus bagi dosen sebagai bagian dalam entitias pendidik yang lebih luas.

Dosen juga memiliki peran sebagai Motivator bagi para peserta didiknya dan memiliki prophetic mission untuk senantiasa memberikan energi positif bagi lingkunganya. Acap kali, dengan kemampuan sebagai motivator dan transferring positive energy kepada mahasiswa dan lingkungannya, kita dapat membuat prestasi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Peran lain yang saya rasa juga merupakan fungsi utama dosen adalah sebagai “pemandu” bagi generasi muda untuk mencari “jalan terbaik” dalam hidupnya. Kemampuan Scientific Inquiry memungkinkan seorang dosen dapat memandu karena memiliki pengalaman lebih dulu terhadap suatu obyek atau memliiki pengalaman “menjelajah” lebih dulu. Sebagai seorang dosen, saya senantiasa berusaha mengemban fungsi-fungsi sebagai teacher of teacher, transferring knowledge and positive energry, motivator, dan scientific inquiries dengan baik agar dapat turut memberikan sumbangsih dalam penciptaan generasi yang berkualitas dalam mencapai Indonesia yang lebih baik dimasa datang.

Pada sisi yang lain, sebagai seorang dosen pada Perguruan Tinggi Islam (UIN Sunan Kalijaga), memiliki peran dan tanggungjawab yang lebih besar karena harus meng-integrasikan tujuan keilmuan dan core value dari lembaga pendidikan tinggi yang bernafaskan islam. Keterpaduan peguasaan kompetensi skolastik keilmuan eksakta dan nilai-nilai studi islam menjadi tujuan utama dalam penyelenggaraan pendidikan pada institusi tempat saya mengabdi.

Jika hal tersebut dapat dicapai, maka harapan terciptanya generasi integrated human being yang cerdas, berdaya saing tinggi, dengan landasan moral /spiritual value yang memadai dapat dicapai, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi kita, bahwa aspek spiritual harus senantiasa menjadi lingkup yang tidak terpisahkan dalam semua jenjang pendidikan nasional.

Lebih jauh, perluasan mandat bidang ilmu yang ada pada Perguruan Tinggi Islam lebih ditujukan agar terciptanya perluasan akses, relevansi kebutuhan praktis, dan keadilan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan (khususnya pendidikan tinggi) yang berkualitas, memenuhi standar kompetensi, terjangkau, dan seimbang antara aspek Kognitif, Afektif, Psikomotorik, dan Spiritual.

Saya bersyukur menjadi bagian dari komunitas Perguruan Tinggi Islam yang telah secara signifikan memberikan akses yang lebih luas bagi kalangan menengah kebawah dan komunitas marginal di Indonesia untuk dapatmenikmati Pendidikan Tinggi yang berkualitas dengan range disiplin ilmu yang lebih beragam sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Akhirnya, setelah 13 tahun ini saya lalui, saya mengharapkan dapat kembali meningkatkan kualitas diri saya untuk bekal dalam menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai dosen di Perguruan Tinggi Islam di masa-masa yang akan datang. Dengan peningkatan kualitas dan pengalaman yang saya miliki, pada akhirnya saya berharap dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi peserta didik dan lingkungan saya untuk menjadi lebih baik.

(Disusun sebagai salah satu syarat pendaftaran Beasiswa LPDP Program Doktor ke Luar Negeri Tahun 2014)

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom